Home / Berita Umum / M Agus Junaidi Menunjukan Serta Mempraktekan Di Tempat Pembuangan AKhir Jatibarang Semarang

M Agus Junaidi Menunjukan Serta Mempraktekan Di Tempat Pembuangan AKhir Jatibarang Semarang

M Agus Junaidi Menunjukan Serta Mempraktekan Di Tempat Pembuangan AKhir Jatibarang Semarang  – Team Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang meningkatkan alat pengubah sampah plastik jadi bahan bakar. Akhirnya, bahan bakar dari plastik itu dapat diperlukan buat kendaraan roda tiga serta genset.

Saat ini alat pirolisis itu tetap berwujud prototipe serta udah diujicoba. Kemampuan prototipe ini merupakan 3 kg sampah plastik serta dapat membuahkan 1, 5 liter bahan bakar sama dengan premium.

Kepala Bagian Pengaturan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, M Agus Junaidi mempertunjukkan alat itu di kantor Tempat Pembuangan AKhir Jatibarang Semarang serta mempraktekannya.

” Sampah plastik mesti dibuat bersih dahulu. Ini kemampuan 3 kg sampah serta akhirnya setengahnya (1, 5 liter) , ” kata Agus di TPA Jatibarang Semarang.

Akhirnya ialah plastik dimasukkan ke alat itu serta ditutup sampai kedap hawa. Seterusnya pemanasan dijalankan dengan suhu konstan pada 300 sampai 400 derajat celcius.

” Perlu waktu pemanasan kira-kira 3 sampai 4 jam, ” pungkasnya.

Plastik yang dipanaskan bakal meleleh serta lama-lama menguap. Dalam proses penguapan berlangsung penyulingan, kedepannya hasil penyulingan berwujud bahan bakar bakal menetes. Dan bekasnya menguap ke atas. Hasil bekas penguapan diamankan dengan selang serta dimasukkan botol berisi oli biar tak mencemari.

” Uap yang turun jadi bahan bakar minyak. Waktu proses itu ada hawa yang keluar, diamankan ke botol berisi oli biar tak ada oksigen, ” pungkas Agus.

Proses simple itu nyatanya bikin bahan bakar yang dapat menghidupkan kendaraan serta mesin. Sekian kali uji-coba tidak sukses serta selanjutnya sesudah eksperimen kira-kira satu bulan lantas dapat ditempatkan ke kendaraan roda tiga serta genset.

Jika mau oktannya seperti premium dapat dengan menaikkan penyaringannya, bahkan juga dapat lebih, ” tuturnya.

” Ini udah dicoba di motor roda tiga serta genset, ” tambah Agus.

Dia lantas mempertunjukkan dengan mengisikan bahan bakar plastik di genset serta nyatanya memang dapat menyala. Agus memaparkan waktu ini prototipe itu tetap diperlukan buat edukasi ke penduduk.

Dan ke depannya dia mengharapkan dapat dipakai dalam kemampuan besar di TPA Jatibarang Semarang sebab menurut perhitungannya, alat itu dapat di kembangkan sampai kemampuan sampah 1 ton.

” Jika sukses serta dipandang sangat mungkin, jadi 100 kilo-gram sampai 1 ton dapat. Ini kami pakai buat edukasi, nyatanya plastik dapat buat bahan bakar, terlebih pelastik kresek, ” ujarnya.

Bila dapat dibikin dengan kemampuan besar, jadi proses pembakaran dapat manfaatkan gas metana yang udah dibuat di TPA Jatibarang.

” Kedepannya dapat memakai gas metana dari sini, ” tutur Agus.

Selain itu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengemukakan Pemerintah Kota Semarang memang mengusahakan manfaatkan sampah jadi bermacam perihal seperti gas metan, lalu membuat tenaga listrik, serta insinerator ialah membakar sampah buat dipakai panasnya jadi kekuatan listrik. Bila memang dapat membuat perubahan jadi bahan bakar, jadi sudah pasti menyuport.

” Kami senantiasa mengusahakan buat menginisiasi bermacam program pemrosesan kotoran agar dapat diperlukan jadi kekuatan diterbarukan. Satu diantaranya merupakan alat itu yang saya dorong agar dapat di kembangkan, ” ujarnya.

Bila dapat dibikin dengan kemampuan besar, jadi proses pembakaran dapat manfaatkan gas metana yang udah dibuat di TPA Jatibarang.

” Kedepannya dapat memakai gas metana dari sini, ” tutur Agus.

Selain itu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengemukakan Pemerintah Kota Semarang memang mengusahakan manfaatkan sampah jadi bermacam perihal seperti gas metan, lalu membuat tenaga listrik, serta insinerator ialah membakar sampah buat dipakai panasnya jadi kekuatan listrik. Bila memang dapat membuat perubahan jadi bahan bakar, jadi sudah pasti menyuport.

” Kami senantiasa mengusahakan buat menginisiasi bermacam program pemrosesan kotoran agar dapat diperlukan jadi kekuatan diterbarukan. Satu diantaranya merupakan alat itu yang saya dorong agar dapat di kembangkan, ” ujarnya.

About admin