Home / Berita Umum / Dua Ton Ikan Di Waduk Kedungombo Boyolali Mendadak Mati

Dua Ton Ikan Di Waduk Kedungombo Boyolali Mendadak Mati

Dua Ton Ikan Di Waduk Kedungombo Boyolali Mendadak Mati – Petani ikan karamba di Waduk Kedungombo (WKO) di Kecamatan Kemusu, Boyolali alami kerugian. Masalahnya ikan-ikan yang dibudidayakan di keramba atau jala apung banyak yang mati.

“Ada Pak (kematian ikan di WKO), tetapi tidak kronis,” kata Gunadi, petani ikan keramba di WKO, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Boyolali, Senin (1/7/2019).

Kematian ikan di keramba-keramba itu berlangsung semenjak Minggu (30/6/2019) tempo hari. Dari semua keramba yang ada, jumlahnya ikan yang mati sampai 2 ton. Sebabnya, sebab alami drop oksigen yakni pergantian cuaca.
Keramba ikan di Waduk KedungomboKeramba ikan di Waduk Kedungombo.

“Semua petani ada 2 ton ikan yang mati, sebab drop oksigen. Pergantian cuaca yang begitu dingin,” jelas Gunadi dihubungi lewat telephone selulernya.

Menurutnya, kematian ikan dengan tiba-tiba dengan jumlahnya besar memang berlangsung tiap tahun. Berlangsung tiap musim kemarau waktu cuaca cukup dingin. Tetapi jumlahnya kematian ikan yang sampai 2 ton itu, disebutkannya masih lebih kronis tahun kemarin.

“Memang umumnya setahun sekali, pada musim semacam ini. Tahun tempo hari kronis. Keinginan petani mudah-mudahan tahun ini tidak kronis,” tuturnya.

Ditambah lagi ia, drop oksigen yang berlangsung semenjak pagi tempo hari, sekarang telah mulai berangsur lebih baik. Tetapi belum dapat disebutkan baik.

Di WKO daerah Kecamatan Kemusu, Boyolali, lanjut ia, ada 50 petani ikan keramba. Dari jumlahnya itu, produksi ikan sampai 3 sampai 5 ton /hari.

Awalnya, papar Gunadi, ada juga kematian, tetapi sifatnya lumrah. Tiap kolam cuma beberapa ekor saja. Tapi semenjak tempo hari pagi, kematian tiba-tiba memang lumayan banyak. Bahkan juga dari semua kolam yang dipunyai 50 petani, sampai 2 ton. Nilai kerugian ditaksir sampai Rp 50 juta.

Tahun ini, kata Gunadi, kematian ikan di WKO terbanyak di daerah Sragen.

Selain itu Kepala Bagian Perikanan, Dinas Peternakan serta Perikanan (Disnakan) Boyolali, Rudiyanto, menjelaskan kematian ikan di WKO untuk daerah Boyolali sedikit. Terbanyak di WKO yang masuk daerah Sragen.

Masalah itu, tambah ia, cuma berlangsung di WKO saja. Sedang waduk-waduk lain di Boyolali, masih aman.

“Itu cuma Waduk Kedungombo, waduk lainnya keliatannya aman. Ini sebab berlangsung gas amoniak dari bawah naik keatas mengakibatkan ikan kekurangan oksigen. Ini berlangsung sebab gerakan tanah serta pada musim dingin,” tutur Rudiyanto.

Type ikan yang dibudiayakan petani karamba di WKO daerah Boyolali diantaranya nila, tombro, lele, tawes serta patin.

About admin