Home / Berita Umum / Penghina Jokowi Mumi Di Facebook Akhirnya Jadi Tersangka

Penghina Jokowi Mumi Di Facebook Akhirnya Jadi Tersangka

Penghina Jokowi Mumi Di Facebook Akhirnya Jadi Tersangka – Polisi pada akhirnya memutuskan penghina Jokowi Mumi, jadi terduga. Penentuan terduga ini dikerjakan sesudah polisi lakukan gelar masalah Ida Fitri, pemilik account Aida Konveksi sepanjang 2,5 jam.

Sekarang ini, polisi sudah melayangkan surat panggilan pada Ida Fitri untuk kontrol kembali. Tetapi kontrol kali Ida berstatus jadi terduga.

“Sesudah kami kerjakan gelar masalah, karena itu hasilnya ialah terlapor telah kami tentukan jadi terduga. Sebab penuhi beberapa unsur dalam masalah penaggaran UU ITE,” kata Kapolresta Blitar AKBP Adewira Negara Siregar di mapolresta, Senin (8/7/2019).

Kapolresta memberikan tambahan, faksinya akan kembali menyebut terduga untuk disuruh info beberapa waktu ke depan. Sesuai dengan mekanisme, terduga semestinya ada dalam kontrol semenjak 3×24 jam terima surat panggilan dari polisi.

“Sesudah kelak dikerjakan kontrol pada terduga, penyidik yang akan memastikan yang berkaitan ditahan ataukah tidak,” tambah kapolresta.

Didapati pelapor mempublikasikan itu pada media sosialnya, Senin (1/7/2019) jam 18.00 wib. Pelapor ini admin IG info_seputaran_blitar yang diperuntukkan pada Humas Polresta Blitar, Kapolresta Blitar serta Polsek Sanankulon.

Pada awal kontrol, Ida Fitri pemilik account Aida Konveksi akui account serta postingannya mendadak hilang selang dua jam dari dunia maya. Tetapi pada kontrol ke-2, Ida merubah info itu.

Wanita berumur 44 tahun menjelaskan, sesudah posting 10 menit banyak yang memperingatkannya. Ia lalu meniadakan posting itu. 15 Menit selanjutnya, akunnya mendadak hilang. Ida akui akunnnya dihapus kominfo.

Pemilik account, Ida Fitri dicheck sekitar 2 kali. Kontrol yang ke-2, pemilik Butik Malang ini akui tidak dengan maksud mengejek. Wanita berumur 44 tahun itu juga mohon maaf sedalam-dalamnya pada semua rakyat Indonesia atas posting itu.

Lewat Kuasa Hukumnya Oyik Rudi Hidayat, menurut Ida gambar itu didesign demikian rupa jadi satu karya seni.

Penyidik Satreksim Polresta Blitar mengaplikasikan tiga masalah sekaligus juga. Yaitu masalah 45 a ayat 2 junto ayat 28 a UU RI No 19/2018 ttg pergantian UU No 11/2008 ttg ITE. Serta masalah 207 KUHP penghinaan penguasa negara.

“Intimidasi hukumannya di atas lima tahun penjara,” ujarnya.

About penulis77