Home / Kriminal / KPK Mengagendakan Kontrol Pada Pemilik PT Darmex Grup/PT Duta Palma

KPK Mengagendakan Kontrol Pada Pemilik PT Darmex Grup/PT Duta Palma

KPK Mengagendakan Kontrol Pada Pemilik PT Darmex Grup/PT Duta Palma – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan kontrol pada pemilik PT Darmex Grup/PT Duta Palma, Surya Darmadi pada Senin (15/7/2019).

Surya dicheck untuk masalah suap berkaitan mengajukan koreksi pindah peranan rimba di Riau tahun 2014. “Yang berkaitan dicheck jadi terduga,” kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah melalui info tercatat pada Senin (15/7/2019).

KPK memang sudah memutuskan anak usaha PT Duta Palma Grup, PT Palma Satu jadi terduga masalah sangkaan suap berkaitan mengajukan koreksi pindah peranan rimba di Riau tahun 2014. Instansi antirasuah juga menangkap pemilik PT Darmex Grup/PT Duta Palma,

Surya Darmadi serta Legal Manajer PT Duta Palma Grup, Suheri Terta dalam masalah yang sama. Penentuan terduga satu korporasi serta dua petinggi tinggi Duta Palma itu berdasar hasil peningkatan penyelidikan KPK dalam masalah sangkaan suap pindah peranan rimba Riau yang menangkap bekas Gubernur Riau Annas Maamun serta Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia,

Gulat Medali Emas Manurung dan Wakil Bendahara DPD Partai Demokrat Riau Edison Marudut Marsadauli Siahaan. “Hasil penyidikan yang dikerjakan KPK berkaitan dengan sangkaan tindak pidana korupsi yang menyertakan perseorangan serta korporasi, yakni sangkaan pemberian hadiah atau janji berkaitan mengajukan koreksi pindah peranan rimba di Propinsi Riau pada Kementerian Kehutanan tahun 2014.

Sesudah temukan bukti permulaan yang cukup, KPK memutuskan masalah itu ke penyelidikan serta memutuskan tiga faksi jadi terduga,” kata Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarief dalam pertemuan wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (29/4/2019). Syarief menjelaskan,

Surya disangka menjanjikan Rp8 miliar untuk memuluskan koreksi izin lokasi rimba supaya lahannya tidak jadi lokasi rimba. Surya bersama dengan Suheri disangka sudah menyogok Annas Ma’mun sejumlah Rp3 miliar. KPK menangkap Surya sebab disangka turut nikmati hasil koreksi pindah peranan rimba Propinsi Riau. “Sebab beberapa terduga, SUD (Surya Darmadi) disangka adalah Beneficial Owner satu korporasi serta korporasi disangka mendapatkan keuntungan dari kejahatan itu, karena itu pertanggungjawaban jawaban pidana tidak hanya dipakai pada perseorangan dapat dikerjakan pada korporasi,” kata Syarif.

Atas tindak pidana yang disangka dilakukan, PT Palma Satu disangkakan melanggar Masalah 5 Ayat (1) huruf a atau Masalah 5 Ayat (1) huruf b atau Masalah 13 UU nomer 31 tahun 1999 seperti dirubah dengan UU nomer 20 tahun 2001 mengenai Pemberantasan Tipikor. Sesaat Surya Darmadi serta Suheri dijaring dengan Masalah 5 Ayat (1) huruf a atau Masalah 5 Ayat (1) huruf b atau Masalah 13 UU nomer 31 tahun 1999 seperti dirubah dengan UU nomer 20 tahun 2001 mengenai Pemberantasan Tipikor Juncto Masalah 55 Ayat (1) ke-1 KUHP atau Masalah 56 KUHP.

About penulis77