Home / Berita Umum / Ajakan Lempar Kotoran Jadi Berujung Penyesalan Dua Pria

Ajakan Lempar Kotoran Jadi Berujung Penyesalan Dua Pria

Ajakan Lempar Kotoran Jadi Berujung Penyesalan Dua Pria – Panasnya tindakan pada Rabu, 22 Mei 2019, yang berbuntut gaduh bukan sekedar berlangsung di sejumlah tempat di lokasi Jakarta. Netizen sama-sama serang serta sama-sama lempar rumor hoaks sampai ajaran kedengkian di sosial media.

Diantaranya video ajakan melempar kotoran pada aparat polisi yang tengah menyelamatkan tindakan gaduh itu. Dalam video itu, aktor, yang kenakan jaket ojek online, merekam ucapannya itu bersama dengan teman-temannya.

Video itu tersebar viral semenjak Jumat (25/5/2019) kemarin. Grab Indonesia juga memberi respon atas beredarnya video pria yang disangka mitranya itu.

“Team kami sudah mengetahui ini serta tengah lakukan penelusuran ke lapangan. Semua partner pengemudi Grab harus patuhi Kode Etik Partner yang sudah diputuskan serta bisa disaksikan di https://www.grab.com/id/kodeetik/,” demikian info jubir Grab Indonesia.

Tidak lama sesudah video itu tersebar di sosial media, aktor diamankan polisi. Ke-2 aktor, yaitu Heru Widiyantoro (31) serta Dwi Septiyanto (27), diamankan di Bekasi serta Cipinang Bali, Jakarta Timur, pada Minggu (26/5).

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi menjelaskan ke-2 terduga diamankan sesudah polisi lakukan cyber patrol. Sebelumnya, disangka ke-2 pria itu lakukan laganya di flyover Slipi, Jakarta Barat, tetapi nyatanya di flyover Cideng, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/5).

“Hasil kontrol sesaat, ia sedang berada di TKP di flyover, (tapi sedang) lihat bagaimana kita melakukan pekerjaan untuk menepis perusuh-perusuh itu yang melakukan tindakan pengacau,” tutur Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi pada wartawan di kantornya, Slipi, Jakarta Barat, Senin (27/5/2019).

Hengki menjelaskan ke-2 aktor berucap yang tidak patut di sosial media, ditengah-tengah usaha polisi menahan keonaran massa. Hengki juga kembali memperingatkan warga supaya tidak asal-asalan bicara atau menulis di sosial media.

“Ini begitu mencemaskan, apa itu sifatnya hoaks atau memprovokasi, mengakibatkan begitu fatal,” lanjut Hengki.

Hengki menjelaskan banyak momen fatal yang berlangsung di warga karena hasutan di sosial media. Karena itu, warga harus lebih bijak dalam memakai sosial media.

“Jarimu dapat menyebabkan atau mengantar saudara ke penjara jika tidak dipakai dengan bijak,” sebut Hengki.

Heru serta Anto akui merekam perkataan itu dengan spontan. Awalannya, pada Rabu, 22 Mei lalu, ia bersama dengan Anto serta rekan-rekannya akan pulang ke Cipinang Bali, Jakarta Timur, tetapi terjerat macet sebab ada keonaran di flyover Jatibaru.

Heru ialah pria yang mengatakan ajakan itu serta merekamnya lewat camera ponselnya. Ia kenakan jaket ojek online punya partnernya, Anto, yang dikatakannya pemakaian atribut itu tindakan spontanitas.

Sekalian menanti kondisi berkurang, ia lalu merekam ucapannya itu serta merekamnya. Sesaat Anto menimpalinya.

“Kita saat itu ingin pulang, tiba-tiba ada anuan (demo). Kita lihat di Jatibaru itu telah ramai orang,” kata Heru di Polres Jakarta Barat, Slipi, Jakarta Barat, Senin (27/5).

Heru serta Anto tidak menduga tindakannya itu dapat mengantarnya ke penjara. Heru serta Anto akui menyesal serta mohon maaf pada aparat polisi atas perkataannya itu.

“Saya mengemukakan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya dari lubuk hati saya pada semua Kepolisian Republik Indonesia supaya bisa maafkan saya,” kata Heru .

Heru menjelaskan video itu dia bikin cuma untuk lelucon di group WhatsApp antara sama-sama partnernya. Tetapi lalu satu diantara temannya mengunggahnya di Instagram hingga video itu jadi viral di sosial media.

“Saya betul-betul tidak menyengaja merekam atau menebar video itu. Saya cuma di group internal cuma untuk lucu-lucuan serta saya tidak menduga akan viral semacam ini,” papar Heru.

About penulis77